Lima Jenis Teks yang Perlu Kamu Tahu dalam Penulisan

Kalau kita perhatikan, kita dapat menemukan berbagai jenis teks yang berbeda dari buku, koran, maupun di media cetak. Perbedaan jenis teks tersebut perlu kita perhatikan dalam menulis sehingga gaya bahasa dan kalimat yang kita buat sesuai tujuan teks yang kita buat. Berikut lima jenis teks yang dapat kita pelajari dengan ciri khasnya masing-masing:

  1. Teks Narasi
    Teks narasi merupakan teks yang menonjolkan kronologi kejadian maupun urutan terjadinya sebuah peristiwa. Teks ini menonjolkan alur. Teks narasi dikenal juga dengan teks cerita. Teks ini sering kita temukan di buku novel, cerpen, maupun dongeng.
    Contohnya:

    Pagi itu, Nani, seorang murid baru yang masuk pada pertengahan semester pertama terlihat begitu lesu. Nani berjalan lunglai sambil menenteng tasnya menuju ke kelas. Di kelas, setengah membanting tasnya, ia meletakkannya di bangkunya. Dibukanya tasnya, diaduk-aduknya, rupanya ia mencari tugasnya. Wajahnya pucat, Nani meninggalkan tugasnya di rumah.

    Dari contoh di atas, kita melihat cerita tersebut menunjukkan urutan kejadian dari Nani berjalan ke kelas, masuk kelas, duduk, sampai mencari tugasnya.

    Struktur teks narasiĀ  dibagi menjadi 4, yaitu orientasi, komplikasi, resolusi, dan coda.
    1. Orientasi menggambarkan tentang tokoh dan karakter, latar, dan alur dari cerita tersebut. Orientasi ini dikenal juga sebagai pengenalan tokoh atau peristiwa.
    2. Komplikasi berisi tentang pengenalan konflik atau masalah yang terjadi dalam cerita tersebut. Sebuah narasi menarik karena ada masalah-masalah yang dihadapi tokoh dan cara-cara tokoh menyelesaikannya.
    3. Resolusi berisi tentang bagaimana akhir atau ending dari cerita. Akhir cerita sendiri dapat dibagi menjadi 3, yakni akhir bahagia (happy ending), akhir sedih (sad ending), dan akhir yang terbuka, yaitu diserahkan pada kesimpulan pembacanya (open ending).
    3.Coda adalah petuah atau nilai-nilai moral yang terkandung dalam teks narasi tersebut yang diharapkan dapat diambil hikmahnya oleh pembaca.

  2. Teks Deskripsi
    Teks deskripsi merupakan teks yang menggambarkan sesuatu agar pembaca dapat merasakan pengalaman penulisnya. Teks ini bertujuan pembaca dapat melihat, mendengar, meraba, mengecap, dan mencium secara rinci dari suatu hal yang digambarkan dalam kata-kata penulis.
    Contohnya:

    Sebuah kotak pensil terbuat dari besi bergambar kartun Mickey Mouse terletak di atas sebuah meja kayu. Kotak pensil tersebut memiliki satu penyekat sehingga membuat ruang atas dan bawah. Pada ruang atas berisi penggaris 15 cm serta pensil 2B sebanyak tiga buah. Pada ruang bawahnya berisi penghapus karet, busur derajat, dan rautan plastik.

    Teks deskripsi di atas merupakan penggambaran suatu kotak pensil yang ditujukan agar pembaca seolah-olah dapat melihat kotak pensil tersebut.

  3. Teks Eksposisi
    Teks eksposisi adalah teks yang bersifat memaparkan kejadian atau informasi dan pengetahuan secara singkat, padat dan akurat. Teks eksposisi bersifat ilmiah atau non-fiksi. Tujuan dari teks eksposisi adalah untuk memaparkan suatu kejadian atau informasi kepada pembaca sejelas-jelasnya tanpa adanya unsure memengaruhi atau mengajak pembaca.
    Struktur teks eksposisi terdiri dari tesis, argumen dan penegasan.
    a.Tesis adalah pembukaan atau pengenalan dari suatu informasi. Contoh:

    Saat ini memasuki tahun 2016 internet telah berkembang pesat dari 10 tahun yang lalu ketika internet belum sehebat dan secanggih ini.

    b. Argumentasi satu sisi (bisa pro atau kontra) adalah pokok bahasan yang dipaparkan. Contoh:

    Hal ini sangat memengaruhi manusia untuk menjadi ketergantungan dengan internet dan membuat manusia menjadi lebih manja karena akses yang sangat mudah. Apapun yang dicari pasti ada di internet. Ditambah lagi dengan murahnya paket internet yang dikeluarkan provider membuat banyak pelajar semakin dimanjakan oleh hal itu.

    c. Penegasan adalah penegasan pokok-pokok bahasan yang menguatkan pemaparan dari informasi tersebut. Contoh:

    Di lain sisi merupakan hal yang merugikan juga karena semakin cepat dan semakin murah paket internet membuat banyak orang secara tak terbatas menggantungkan nasib mereka dari internet yang akan membuat otak jarang terpakai dan membuat generasi semakin mundur bukan semakin maju.

    Selain berstruktur di atas, contoh bentuk lain dari teks eksposisi adalah memaparkan suatu prosedur atau cara, misalnya:

    Cara Memasak Ikan Goreng
    Alat dan bahan:
    Ikan jenis apa saja 5 ekorBawang putih 3 siungBawang merah 3 siungKetumbar setengah sendok tehGaram 1 sendok theMinyak gorengAir bersihPeralatan memasak, seperti pisau, kompor, wajan, dll

    Cara memasak:
    Cuci ikan dengan air mengalir hingga bersih, buang bagian-bagian yang tidak dibutuhkan seperti insang.Haluskan bumbu bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan garam.Lumuri ikan dengan bumbu yang sudah dihaluskan.Panaskan minyak goreng sambil menunggu bumbu meresap dalam ikan.Setelah minyak panas, masukkan ikan ke dalam minyak.Goreng hingga matang dan kering, lalu sajikan.

  4. Teks Persuasi
    Karangan persuasi adalah karangan yang berisi tentang ajakan-ajakan yang didukung dengan adanya pendapat penulis untuk memengaruhi pembaca mengikuti maksud dari penulis. Karangan persuasi hampir sama dengan karangan eksposisi hanya saja pada karangan persuasi terdapat ajakan-ajakan untuk memengaruhi pembaca karena sifat dari karangan persuasi bersifat ajakan.
    Misalnya pada teks eksposisi di atas adalah mengenai internet. Teks di atas sudah memaparkan dan meyakinkan pembaca yang berisi tentang fakta-fakta internet yang semakin canggih dan hebat dan membuat orang menggantungkan nasib mereka pada internet. Pada teks argumentasi, kita dapat menambahkan ajakan-ajakan untuk memengaruhi orang agar tidak terlalu menggantungkan nasib pada internet dengan menyajikan solusi, misalnya menjadi penulis aktif bukan hanya membaca ataupun penonton.
  5. Teks Diskusi
    Teks diskusi juga memiliki ciri-ciri, yaitu sebagai berikut:
    a. Strukturnya terdiri atas isu, argumen mendukung, argumen menentang, dan simpulan.
    b. Memuat informasi yang bersifat informatif-argumenatif.
    c. Ciri kebahasaan teks diskusi menggunakan kata hubung perlawanan (tetapi, sedangkan dan sebagainya).
    Contoh:

    Game online sangat digemari oleh anak-anak sampai usia dewasa. (isu)Game online memiliki dampak positif, yaitu menjadi saran hiburan dan dapat juga menghasilkan uang melalui game online (pendapat pendukung)Namun, game online juga memiliki dampak negatif, yaitu membuat seseorang kecanduan dan lupa waktu. (pendapat pertentangan)Melihat dampak positif dan negatifnya, maka pemain game online harus bisa bersikap bijaksana ketika bermain game online.

One thought on “Lima Jenis Teks yang Perlu Kamu Tahu dalam Penulisan

Comments are closed.