Mengenal Jenis Paragraf yang sering Kamu Gunakan

Terdapat 4 jenis paragraf yang seringkali dalam penulisan kita pakai. Paragraf apa sajakah itu? Yuk, kita simak penjelasan di bawah ini!

  1. Paragraf deduktif

    Paragraf deduktif merupakan paragraf yang letak kalimat utamanya di awal kalimat. Paragraf ini disebut sebagai paragraf umum-khusus karena menjelaskan dari hal yang umum dulu lalu ke bagian yang lebih detail atau khusus.
    Contoh:

    Aku senang sekali bersahabat dengan Nita, anak yang menyenangkan. Nita selalu membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan pelajaran. Nita juga anak yang bersemangat dan ceria, sepertinya tidak ada hal yang bisa membuatnya bersedih hati. Terlebih dari semua itu, Nita anak yang rajin berdoa.

    Kalimat utama paragraf di atas terletak di awal. Gagasan utamanya mengandung ide Nita anak yang menyenangkan (umum) kemudian dijelaskan kembali pada kalimat-kalimat selanjutnya bahwa menyenangkan itu adalah selalu membantu, bersemangat, ceria, dan rajin berdoa (diperjelas secara khusus ataun rinci).

  2. Paragraf induktif

    Paragraf induktif merupakan paragraf yang letak kalimat utamanya di akhir kalimat. Paragraf ini disebut sebagai paragraf khusus-umum karena menjelaskan dari hal yang khusus terlebih dulu lalu ke disimpulkan ke bagian umum.
    Contoh: (bandingkan dengan contoh deduktif)

    Nita selalu membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan pelajaran. Nita juga anak yang bersemangat dan ceria, sepertinya tidak ada hal yang bisa membuatnya bersedih hati. Terlebih dari semua itu, Nita anak yang rajin berdoa. Nita adalah anak yang menyenangkan.

  3. Paragraf campuran (deduktif-induktif)

    Paragraf campuran merupakan paragraf  yang letak kalimat utamanya di awal dan akhir kalimat.
    Contoh:

    Manusia adalah makhluk majemuk yang bersifat sosial. Artinya setiap aktivitas dalam kehidupan kita memerlukan manusia lainnya. Seperti contoh yakni dalam memenuhi kebutuhan pokok yang mendasar seperti makan, tentunya kita membutuhkan orang lain seperti petani yang menanam beras di sawah untuk kita jadikan nasi, peternak yang berternak sapi atau ayam yang dapat kita ambil dagingnya, nelayan yang menangkap ikan di laut dan lain sebagainya. Semua aktivitas yang kita lakukan setiap harinya merupakan campur tangan orang lain. Bahkan sampai akhir hayat kita, kita masih memerlukan orang lain untuk mengurus kita.

  4. Paragraf narasi

    Paragraf narasi merupakan paragraf yang kalimat utamanya tersebar di keseluruhan teks.
    Contoh:

    Pagi ini aku terbangun pukul 5 pagi. Tak lupa aku berdoa terlebih dahulu sebelum menjalani aktivitas. Setelah itu, aku mengenakan pakaian seragamku. Setelah itu kuhampiri ibuku yang sedang memasak nasi goreng di dapur. Aku menunggu dengan sabar masakan ibuku matang. Kemudian aku melahapnya dan tak lupa pula memuji kelezatan masakannya. Setelah itu segera aku mengenakan kaos kaki dan sepatuku. Kujinjing tas sekolahku dan kemudian kunaiki sepedaku menuju ke sekolahku.

    Paragraf narasi merupakan paragraf yang mengutamakan alur atau kronologi peristiwa. Seluruh kalimat pada cerita di atas tidak ada yang saling menjelaskan ataupun dijelaskan seperti gagasan utama di paragraf deduktif yang dijelaskan oleh kalimat penjelasnya lebih rinci atau khusus.

 

Mari kita coba mau menulis dengan jenis paragraf yang mana?

One thought on “Mengenal Jenis Paragraf yang sering Kamu Gunakan

Comments are closed.