Peran Ilmu Tipografi

Sering kita melihat jenis-jenis huruf yang ada pada aplikasi pengetikan seperti MS. Office, Corel Draw, Adobe Photoshop, dan aplikasi sejenis lainnya seperti Times New Roman, Arial, Lucida dan lainnya. Nama-nama jenis huruf itu sudah pasti kenal kan? Yup, Nama-nama yang sudah disebutkan tadi adalah termasuk ke dalam tipografi. Jadi, apa itu tipografi? Apa pentingnya tipografi?

Tipografi atau typography menurut Roy Brewer (1971) dapat memiliki pengertian luas yang melipiti penataan dan pola halaman, atau setiap barang cetak. Dalam pengertian yang lebih sempit hanya meliputi pemilihan, penataan dan berbagai hal bertalian pengaturan baris-baris susun huruf (typset), tidak termasuk ilustrasi dan unsur-unsur lain bukan susun huruf pada halaman cetak. Ada lagi menurut Danton Sihombing (seperti dikutip Perdana, 2007) tipografi adalah “bidang ilmu yang mempelajari seluk-beluk mengenai huruf, yang mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai fungsi estetis dan fungsi komunikasi tipografi digunakan untuk menyampaikan pesan (informasi) berupa teks dengan jelas dan tepat.”

Jenis-Jenis Huruf

Menurut Jams Craig (seperti dikuip perdana, 2007) huruf diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis, yaitu:

  1. Roman. Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin, termasuk didalamnya Times New Roman.
  2. Egyptian. Jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil.
  3. Sans Serif. Pengertian Sans Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.
  4. Script. Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifat pribadi dan akrab.
  5. Miscellaneous. Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.

Sedangkan menurut Alexander Lawson (seperti dikutip Rustan, 2011) Klasifikasi huruf berdasarkan sejarah dan bentuk huruf, yaitu:

1. Black Letter/Old English/Fraktur

Desain karakter Black Letter dibuat berdasarkan bentuk huruf dari tulisan tangan yang populer pada masanya (abad pertengahan) di Jerman (gaya Gothic) dan Irlandia (gaya Celtic). Ditulis menggunakan pena berujung lebar sehingga menghasilkan kontras tebal-tipis yang kuat. Untuk menghemat media (kertas/kulit), karakter ditulis berhimpitan, sehingga hasil keseluruhannya berkesan gelap, berat dan hitam. Inilah awal mula istilah Black Letter. Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya, jarak antar huruf sangat sempit sehingga berkesan Gothic. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, gelap, berat dan hitam. Contoh dari jenis huruf ini yaitu Old English, Goudy Text, Beckett, Fette Fraktur Lino Text, Celtic Md, American Uncial.

2. Humanist/Venetian

Di Italia, orang tidak menggunakan typeface bergaya Black Letter, melainkan Roman/Romawi kuno yang ruang kosongnya cukup banyak sehingga tulisan tampak lebih terang dan ringan. Oleh karena itu, gaya Humanist mendapat julukan White Letter. Kelompok Typeface ini diberi nama Humanist karena memiliki goresan lembut dan natural seperti tulisan tangan. Bahkan, kadang disebut juga Venetian karena jenis huruf Humanist pertama dibuat di Venesia, Italia. Ciri dari jenias huruf ini yaitu memiliki kaki/sirip/serif yang patah, agak melengkung atau membulat, dan terkadang tidak rata. Kesan yang ditimbulkan adalah terang, ringan dan manusiawi. Contoh dari jenis huruf ini adalah Centaur, ITC Berkely, Goudy Old Style, Californian, Jenson, Cloister Old Style, Kennerley, Deepdene.

3. Old Style/Old Face/Garalde

Kemahiran dan tingkat akurasi para pembuat huruf semakin lama semakin meningkat, buku cetakan semakin banyak, kebutuhan akan bentuk huruf yang mirip tulisan tangan semakin berkurang. Faktor-faktor itu mendorong munculnya gaya baru di abad 15 yaitu Old Style. Karakter-karakter pada kelompok typeface ini lebih lancip, lebih kontras dan berkesan lebih ringan, menjauhi bentuk-bentuk ukiran/tulisan tangan. Ciri dari jenis huruf ini yaitu memiliki kaki/sirip/serif yang patah. Contoh dari jenis huruf ini yaitu Caslon, Garamond, Palatino, Bembo, Granjon, dan Sabon.

4. Transitional/Reales

Pada abad 17 muncul kelompok typeface dengan gaya baru yang dibuat berdasarkan perhitungan secara ilmiah dan prinsip-prisip matematika dan semakin menjauh dari sifat ukiran/tulisan tangan. Gaya transitional pertama diciptakan pada tahun 1692 oleh Philip Grandjean yang dinamakan Roman du Roi, atau typeface Raja, kaena dibuat atas perintah Raja Louis XIV. Kelompok ini disebut Transitional karena berada di antara Old Style dan Modern. Ciri dari jenis huruf ini yaitu memiliki kaki/sirip/serif yang tajam dan lurus. Contoh dari jenis huruf ini yaitu Baskerville, Time New Roman, Century, Bell, Caledonia, Bauer Classic, Bulmer, Scotch Roman, Cheltenham, Maximus, Melior, dan ITC Slimbach.

5. Modern/Didone

Jenis ini dinamakan Modern karena kemunculan kelompok typeface ini pada akhir abad 17, menuju era yang disebut Modern Age. Kelompok typeface ini hampir menghilangkan sifat ukiran/tulisan tangan pendahulunya. Ciri dari jenis huruf ini yaitu memiliki kaki/sirip/serif yang patah. Contoh dari jenis huruf ini yaitu Bodoni, Linotype Didot, ITC Fenice, Electra, Keppler, dan Else.

6. Slab Serif/Egyptian

Jenis ini muncul pad abad 19, kelompok bergaya Slab Serif awalnya digunakan sebagai Display Type untuk menarik perhatian pembaca poster iklan atau flier. Disebut juga Egyptian karena bentuknya yang berkesan berat dan horisontal, mirip dengan gaya seni dan arsitektur Mesir Kuno. Ciri dari Jenis huruf ini yaitu memiliki kaki/sirip/serif yang patah. Contoh dari jenis huruf ini yaitu Candida, Clarendon, Lubalin Graph, Egyptienne, Serifa, Glypha, West, Memphis, dan Cheltenham.

 

Referensi :

http://helliumworks.blogspot.co.id/2010/12/tipografi-arti-dan-fungsinya.html

https://skystardigital.com/2016/09/23/mengenal-lebih-dalam-mengenai-ilmu-tipografi/

https://www.dumetschool.com/blog/Teori-Tipografi-Jenis-Huruf-Part-1

http://adibhillman.blogspot.co.id/2014/02/manfaat-tipografi-dalam-pembuatan.html

One thought on “Peran Ilmu Tipografi

Comments are closed.