Perbedaan Penggunaan Kata Aku dan Saya, Kita dan Kami, Engkau dan Kamu

Dalam percakapan sehari-hari, kita seringkali menyamakan kata aku, saya, kita, kami, engkau, dan kamu. Namun, tahukah kita bahwa kita tidak bisa secara sembarangan menggunakan kata tersebut. Lalu apa sih perbedaan aku dengan saya, kita dengan kami, dan engkau dengan kamu? Kita simak pembahasan di bawah ini:

  1. Aku dengan saya
    Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata aku berarti kata ganti orang pertama yang berbicara atau yang menulis (dalam ragam akrab); diri sendiri; saya. Sedangkan kata saya berarti orang yang berbicara atau menulis (dalam ragam resmi atau biasa); aku. Jadi kita dapat menggunakan kata aku digunakan dalam situasi akrab seperti seorang siswa dengan temannya. Sedangkan kata saya digunakan dalam situasi yang resmi, seperti seorang siswa kepada gurunya.
    Sebagai contoh:

    Aku akan pergi ke rumah tante besok. (kalimat ini dapat diucapkan kepada teman dan dalam situasi akrab atau santai)
    Saya akan pergi ke rumah tante besok. (kalimat ini dapat diucapkan kepada orang yang lebih tua karena kata saya lebih sopan dan dipakai dalam situasi resmi.

    Selain itu, jika kita mendengarkan pidato, kita tidak akan menemui pembicaranya menggunakan kata aku, namun pasti menggunakan kata saya.

    Contoh: “Pada kesempatan ini, perkenankan saya berpidato mengenai kebersihan.”

  2. Kita dengan kami
    Menurut KBBI, kata kita berarti pronomina (kata ganti) persona pertama jamak, yang berbicara bersama dengan orang lain termasuk yang diajak bicara. Sedangkan kata kami memiliki arti yang berbicara bersama dengan orang lain (tidak termasuk yang diajak berbicara); yang menulis atas nama kelompok, tidak termasuk pembaca. Jadi penggunaan kata kita dan kami perlu memerhatikan orang lain yang diajak berbicara. Misalnya, terdapat sebuah peristiwa seorang anak bernama Rosita yang saat itu bersama Eka dan Rini akan mengajak Joko yang sedang terduduk melamun untuk pergi bersama makan bakso. Maka Rosita dapat menggunakan kalimat sebagai berikut:

    “Ayo, Joko, daripada melamun, ikutlah dengan kami pergi makan bakso!”

    Kalimat kami di atas merujuk pada Rosita, Eka, dan Rini. Rosita meminta Joko ikut bersama mereka bertiga.
    Namun kalimat kita di bawah ini tidak benar jika digunakan, misalnya:

    “Ayo, Joko,daripada melamun, ikutlah dengan kita pergi makan bakso!”

    Contoh lain ketika berdoa bersama sepulang sekolah untuk mengakhiri pembelajaran, seorang siswa akan memanjatkan doanya kepada Tuhan dengan kalimat “Berkatilah perjalanan kami pulang ke rumah” karena kata kami dalam kalimat tersebut merujuk pada dirinya yang sedang berdoa dan dengan teman sekelasnya. Namun, jika menggunakan kalimat “Berkatilah perjalanan kita pulang ke rumah” akan menjadi keliru karena kata kita merujuk pada dirinya sendiri, teman sekelasnya, dan juga Tuhan yang diajak berbicara.

  3. Engkau, kau, dengan kamu
    Menurut KBBI, engkau berarti yang diajak bicara, yang disapa (dipakai untuk orang yang sama atau lebih rendah kedudukannya), digunakan juga untuk berdoa kepada Tuhan (Engkau). Kau berarti engkau (umumnya digunakan sebagai bentuk terikat di depan kata lain) sedangkan kamu berarti yang diajak bicara; yang disapa (dalam ragam akrab atau kasar).
    Jadi kata engkau digunakan ketika berdoa kepada Tuhan namun untuk sesama manusia, bisa juga digunakan pada teman sebaya atau kepada yang lebih rendah kedudukannya. Jika kita berbicara pada orang tua kita, seperti “Ibu dimanakah engkau?” maka akan dianggap kurang sopan. Pada kehidupan sehari-hari, kata engkau jarang ditemukan dalam percakapan sehari-hari, biasanya kata engkau ditemukan dalam bidang seni atau sastra.
    Kata kamu digunakan dalam kata yang informal ataupun suasana akrab dengan usia sebaya. Kata kamu kurang sopan jika digunakan seorang anak kepada orang yang lebih tua, misalnya “Apakah kamu sudah makan, Pak?
    Kata kau digunakan terikat di depan kata lain, misalnya “Buku itu sudah kau baca dua kali”. Kau ini juga merupakan bentuk singkat dari kata dikau sehingga penggunaannya digunakan untuk teman sebaya atau yang lebih rendah kedudukannya, namun bukan untuk orang yang lebih tua karena menjadi tidak sopan.

 

Setelah mengetahui perbedaan kata aku, saya, kamu, kau, engkau, kita, dan kami di atas, yuk gunakan kata tersebut dengan benar!

One thought on “Perbedaan Penggunaan Kata Aku dan Saya, Kita dan Kami, Engkau dan Kamu

  1. Pingback: keto meal prep

Comments are closed.