psikotes

Tips Lulus Psikotes

Psikotes adalah salah satu tahap yang lazim ada pada rekrutmen karyawan saat ini. Namun tahukah kalian? Psikotes sebenarnya secara tidak sadar sudah dilakukan sejak zaman dulu, tepatnya pada zaman kekaisaran. Saat itu, kaisar menyeleksi orang-orang yang akan dijadikan tentara perang dengan melihat cara orang-orang tersebut meminum air sungai.

Namun zaman sudah berkembang pesat. Saat ini, psikotes memiliki standar tertentu berdasarkan teori yang telah disusun oleh ahli-ahli dalam bidang psikologi. Seiring dengan berjalannya waktu pun psikotes semakin bervariasi. Namun tujuan utamanya tetap satu, yaitu menyaring orang-orang dengan kualitas terbaik yang cocok untuk bekerja di bidang tertentu.

Nah, bagaimana tips untuk bisa lulus psikotes? Langsung saja cek hal-hal berikut.

Nah, bagaimana tips untuk bisa lulus psikotes? Langsung saja cek hal-hal berikut.

Pahami Bentuk-Bentuk Psikotes

Seiring berjalannya zaman, berkembang pula berbagai jenis psikotes yang digunakan dalam proses rekrutmen. Bagi calon karyawan, memiliki pengetahuan secara umum mengenai jenis tes apa saja yang ada dalam psikotes merupakan hal yang krusial.

Pertama, hal ini membuat kalian mengetahui tujuan mengerjakan masing-masing jenis psikotes. Kedua, kalian bisa mengetahui instruksi umum cara pengerjaan tes sehingga bisa menghindari kesalahan pengerjaan akibat ketidakpahaman terhadap instruksi.

Berikut adalah jenis-jenis psikotes yang sering digunakan saat ini.

  1. Tes Minat Bakat

Tes ini bertujuan untuk mengetahui potensi terbesar seseorang dalam bidang-bidang tertentu, sekaligus potensi-potensi yang masih belum berkembang. Biasanya tes ini muncul dalam bentuk dua pilihan dimana kalian harus memilih salah salah satu sesuai kondisi yang kalian alami.

  • Tes Intelegensi / IQ

Tes ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan seseorang. Tes IQ memiliki beberapa jenis skala dimana masing-masing skala mengandung beberapa subtes di dalamnya. Misalnya dalam skala Wechsler, mencakup subtes berupa pemahaman verbal, pemahaman perseptual, skala ingatan, dan skala kecepatan.

  • Tes Kepribadian

Tes ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan seseorang dalam berperilaku, melakukan problem-solving, berinteraksi dengan orang lain, hingga menghadapi diri sendiri. Ada berbagai macam tes kepribadian yang telah dikembangkan oleh banyak ahli. Jenis tes yang cukup populer di Indonesia adalah EPPS dimana kandidat karyawan memilih satu dari dua opsi yang paling menggambarkan diri mereka.

  • Tes Ketahanan Kerja

Tes ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsistensi, ketelitian, kecepatan, dan kemampuan individu bekerja dalam tekanan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Jenis tes yang sering digunakan untuk mengukur hal ini adalah Tes Pauli/Tes Koran, dimana kandidat diinstruksikan untuk menjumlahkan angka dalam waktu tertentu.

Tips Utama Lulus Psikotes? Jadilah Versi Diri Kalian yang Terbaik

Semua orang tentu ingin berhasil melewati tahap psikotes. Kebanyakan orang akan berusaha berlatih mengerjakan berbagai jenis tes dan mencari jawaban paling benar yang sekiranya dapat membuat kandidat lulus psikotes. Semua itu adalah pilihan bagi masing-masing individu.

Namun perlu diingat, bahwa sejatinya tidak ada jawaban paling benar dalam psikotes. Jawaban yang diharapkan adalah jawaban jujur yang menggambarkan diri kalian, agar kalian bisa ditempatkan di posisi tepat dimana kalian mampu mengembangkan potensi terbesar. Tentunya kalian ingin berada di posisi tersebut, bukan?

Satu-satunya cara adalah menjadi versi terbaik diri kalian dengan mengasah skill dan kepekaan terhadap diri sendiri dan orang sekitar. Dengan menjadi versi terbaik diri, semua kualitas positif kalian akan dengan sendirinya tergambar dalam rangkaian psikotes.

Jangan Begadang Sebelum Tes

Terdengar sepele, namun hal ini cukup vital dalam persiapan kalian menghadapi psikotes. Kurang tidur berpotensi membuat kalian mengantuk saat mengerjakan tes. Padahal psikotes adalah tes yang memakan waktu cukup lama biasanya lebih dari dua jam. Tentunya jika kalian mengantuk hal itu dapat menyebabkan konsentrasi kalian menurun dan membuat proses pengerjaan tidak maksimal. Oleh karena itu, tidurlah dengan cukup di malam sebelum psikotes agar kalian berada dalam kondisi optimum untuk menghasilkan performa terbaik saat tes.