Alur Dalam Karya Sastra Novel

Alur atau yang disebut juga sebagai plot dalam novel merupakan salah satu unsur yang penting dan menjadi suatu teknik dalam menyampaikan pesan penulis melalui sebuah cerita. Alur dalam novel juga satu hal yang membuat pembaca merasa tertarik dan betah membaca ceritamu dari awal hingga akhir. Tanpa menciptakan alur yang baik, maka pesan penulis tidak akan sampai dengan baik. Untuk itu, kita perlu mengenal jenis alur dalam novel, yaitu:

  1. Perkenalan tokoh dan peristiwa
    Pada bagian ini, penulis akan memperkenalkan siapa tokoh-tokoh dalam cerita, selain itu juga latar cerita seperti latar tempat, waktu, dan suasana. Contoh ide cerita:

    Di sebuah desa, hiduplah seorang ibu tua bersama anaknya, Rudi yang masih berusia balita, berusia 4 tahun. Mereka tinggal di sebuah rumah tua dan hidup miskin.

  1. Awal masalah atau konflik
    Pada tahapan ini, tokoh yang telah dikenalkan mulai menghadapi suatu masalah. Sebuah cerita yang baik harus memiliki suatu permasalahan yang harus diselesaikan oleh tokoh-tokohnya. Semakin rumit permasalahan dan permasalahan tersebut dekat dengan kehidupan pembacanya, maka semakin menarik sebuah cerita. Contoh ide cerita:

    Rudi yang sedang bermain di jalanan depan rumah tiba-tiba menghilang. Ibu yang dari tadi sibuk di dapur belakang baru menyadari ketika menuju ke halaman depan sudah tidak ada Rudi yang bermain.

  1. Menuju puncak masalah
    Pada tahapan ini, tokoh-tokoh berada dalam suatu masalah yang lebih rumit. Contoh ide cerita:

    Ibu tua itu mencari Rudi. Ia menelusuri jalanan dan bertanya ke tetangganya, namun tidak ada yang melihat Rudi.

  1. Puncak masalah atau klimaks
    Pada tahapan ini, tokoh menghadapi masalah yang sangat menegangkan dan menuntut keputusan dari tokoh tersebut.

    Tiba-tiba ada seseorang datang dan memberi kabar pada ibu tua tersebut bahwa Rudi bermain hingga menjauhi rumah kemudian terjatuh dan kakinya terkilir sehingga dibawa ke Puskesmas terdekat oleh seorang yang melihatnya.

    Ketika tiba di sana, Rudi perlu dirujuk ke rumah sakit karena adanya patah tulang. Ibu tua tersebut bingung akan membayar biayanya dengan apa. Uangnya telah habis untuk jatah makan hari ini, itupun hanya memasak nasi saja. Ibu Rudi hanya bisa menangis kemudian ia meminta pinjaman uang pada penolong tersebut.

  1. Penyelesaian
    Pada tahapan  ini, solusi permasalahan dalam cerita sudah ditemukan. Penulis membawa pembaca menuju akhir cerita. Cerita dapat berakhir dengan bahagia (happy ending), sedih (sad ending), ataupun terbuka (open ending). Cerita yang terbuka adalah cerita yang akhir ceritanya diserahkan pada kesimpulan pembaca. Contoh:

    Untungnya, penolong tadi berbelas kasihan melihat ibu Rudi yang cemas dan tidak memiliki uang tadi. Ia menanggung biaya pengobatan Rudi.

 

Nah, setelah memahami tahapan alur di atas, alur dalam novel juga memiliki beberapa jenis, yaitu:

  1. Alur maju
    Alur maju merupakan penyajian cerita dari masa sekarang tokoh menuju peristiwa di masa mendatang tokoh. Tahapan alur dari perkenalan tokoh sampai penyelesaian disajikan secara berurutan.
  1. Alur mundur
    Alur mundur biasanya menceritakan tahapan alur dimulai dari tahapan alur bagian permasalahan menuju penyelesaian, barulah mundur ke latar belakang munculnya permasalah tersebut. Alur mundur menceritakan peristiwa di masa sekarang dan masa depan tokoh lalu menuju pada peristiwa masa lalu tokoh.
  1. Alur campuran atau maju mundur
    Alur campuran merupakan alur yang cukup sulit dipahami dan membutuhkan konsentrasi dalam mengikuti alurnya. Alur campuran  menceritakan secara berurutan kemudian di suatu titik cerita penulis membawa ke masa lalu tokoh, kemudian bias saja penulis membawa kembali pada masa sekarang toko

Nah, setelah mengetahui mengenai alur dalam novel, yuk kita mencoba membuat cerita yang menarik!

One thought on “Alur Dalam Karya Sastra Novel

Comments are closed.