Bisakah ‘yang Mana’ dan ‘di Mana’ Dipakai sebagai Kata Sambung?

Dalam menggunakan bahasa Indonesia, seringkali kita mencampuradukkan pelafalan lisan ke dalam tulisan. Akibatnya, tercipta kalimat-kalimat yang membingungkan saat dibaca karena susunannya yang tidak sesuai kaidah. Salah satu kesalahan yang paling umum adalah penulisan ‘di mana’ dan ‘yang mana’ sebagai kata untuk menyambungkan dua kalimat.

Kesalahan tersebut biasa terjadi karena kita lalai dan menyamakan tata kalimat suatu bahasa dengan bahasa lain. Kata ‘di mana’ (where) dan ‘yang mana’ (which) misalnya, memang bisa menjadi kata sambung dalam bahasa Inggris. Dan penerjemah yang malas bisa saja langsung menyadur tanpa mencari padanannya; seperti kalimat He goes to the mountain, where his father lives menjadi Dia pergi ke pegunungan, di mana ayahnya tinggal, atau He picked an apple from the rack, which was his favorite diterjemahkan menjadi Dia mengambil sebutir apel dari rak, yang mana adalah kesukaannya.

Sepintas memang tidak salah. Tetapi Mustakim (2015) dalam buku Bentuk dan Pilihan Kata yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah memaparkan bahwa contoh di atas tidak tepat. Lalu, bagaimanakah cara penggunaan yang benar?

Seperti yang telah kita ketahui, penggunaan di mana dan yang mana memang banyak ditemui di berbagai kesempatan. Sebagai gambaran lebih lanjut, perhatikan contoh kalimat di bawah ini:

  1. Sarimin akan berkunjung ke Surabaya di mana ayahnya tinggal.
  2. Saya mengucapkan terima kasih kepada segenap mahasiswa di mana/yang mana telah bersedia menghadiri rapat himpunan ini.
  3. Warga desa akan terus mengembangkan industri kerupuk rampak ini di mana pemerintah daerah juga sangat mendukung.

 

Seperti yang tampak pada contoh tersebut, kata di mana dan yang mana digunakan sebagai kata perangkai (konjungsi). Hal itu jelas merupakan sebuah ketidaktepatan karena pada dasarnya, di mana dan yang mana adalah kata tanya. Untuk memperbaikinya, kita harus menghilangkan kata-kata tersebut dan menggantinya.

Pada kalimat (1) kata di mana lebih tepat jika diganti dengan kata tempat, dan kata di mana/yang mana pada kalimat (2) diganti dengan kata yang, kemudian kata di mana dan yang mana pada kalimat (3) lebih tepat jika diganti dengan kata dan. Dengan demikian, ketiga kalimat tersebut lebih tepat jika diubah menjadi seperti berikut.

  1. Sarimin akan berkunjung ke Surabaya tempat ayahnya tinggal.
  2. Saya mengucapkan terima kasih kepada segenap mahasiswa yang telah bersedia menghadiri rapat himpunan ini.
  3. Warga desa akan terus mengembangkan industri kerupuk rampak ini dan pemerintah daerah juga sangat mendukung.

 

Dari sini, mungkin akan timbul sebuah pertanyaan: kalau begitu, kapan saat yang tepat untuk menggunakan di mana dan yang mana?

Jawabannya adalah, dua kata itu harus kembali kepada fungsi utamanya yaitu sebagai elemen kalimat tanya. Baik di mana maupun yang mana tidak mempunyai fungsi selain itu. Di mana berperan sebagai kata untuk mempertanyakan letak atau lokasi, sedangkan yang mana menanyakan pilihan. Sebagai contoh, kita bisa menggunakannya dengan peletakan seperti di bawah ini:

  1. “Rumah Adik letaknya di mana?” tanya si tukang ojek.
  2. Di mana letak Negara Kongo?
  3. Di mana dompet Bu Sulis?
  4. Anda memilih yang mana di antara keduanya?
  5. Antara rumah Arini dan rumah Yusi lebih bagus yang mana?
  6. Yang mana baju yang kamu pilih, Lis?

 

Berdasarkan beberapa keterangan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa kita harus pandai mengenali mana elemen kata untuk kalimat tanya dan mana yang bukan. Kemampuan ini disebut kecermatan dalam memilih kata (diksi). Seperti yang telah kita ketahui bersama, kemampuan berbahasa mencerminkan kemampuan dan daya pikir penulisnya. Tulisan yang baik akan membuat pembaca tertarik dan merasa nyaman untuk terus menikmati setiap rangkaian hurufnya, dan ide-ide kita akan tersampaikan dengan baik. Rajin membaca buku pedoman dan mencermati bacaan termasuk beberapa dari begitu banyak cara untuk belajar menulis lebih rapi.

Baca juga artikel lain dari typoonline.com untuk memperdalam ilmu kepenulisan Anda!

One thought on “Bisakah ‘yang Mana’ dan ‘di Mana’ Dipakai sebagai Kata Sambung?

  1. Pingback: keto salmon

Comments are closed.