sejarah tata bahasa indonesia

Mengenal Sejarah Tata Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia tentunya sudah menjadi suatu hal yang melekat dalam benak setiap warga negara Indonesia. Sebagai alat komunikasi yang paling utama di negeri ini, Bahasa Indonesia tentunya menjadi bahasa terpopuler di negeri ini. Meski Bahasa Indonesia telah digunakan setiap hari oleh warga Indonesia, tidak sedikit dari masyarakat Indonesia yang belum begitu mengerti tentang Tata Bahasa Indonesia. Oleh karenanya pengetahuan tentang tata Bahasa Indonesia sangatlah penting untuk diketahui masyarakat. Berikut penjelasan mengenai tata Bahasa Indonesia.

Tata bahasa bisa disebut paramasastra, adalah ilmu yang mempelajari kadiah-kaidah yang mengatur penggunaan bahasa. Ilmu ini merupakan bagian dari bidang ilmu yang mempelajari bahasa yaitu linguistik. Tata bahasa baku bahasa Indonesia telah diatur dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBBI).

Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia adalah buku tata bahasa baku bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Balai Pustaka. Edisi pertama buku ini diteritkan bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda Ke-60, 28 Oktober 1988, sedangkan edisi ketiga (terakhir) diterbitkan pada tahun 1998. Tim penyusun buku ini terdiri atas para pakar linguistik Indonesia dari berbagai perguruan tinggi, seperti Anon M. Moeliono, Soenjono Dardjowidjojo, Hasan Alwi dan Hans Lapoliwa.

Berikut merupakan beberapa aturan yang ada di dalam tata bahasa baku bahasa Indonesia, yakni pembagian kelas kata menurut tata bahasa baku. Pembagian kelas kata ini merupakan salah satu kajian dari Morfologi, yang merupakan cabang dari kajian ilmu bahasa.

Jenis Kata Menurut Tata Bahasa Baku

Kata merupakan bentuk yang sangat komplek yang tersusun atas beberapa unsur. Kata dalam bahasa Indonesia terdiri atas satu suku kata atau lebih. Kata merupakan unsur atau bagian yang sangat penting dalam kehidupan berbahasa. Bidang atau kajian mengenai kata telah banyak diselidiki oleh ahli bahasa. Penyelidikan tersebut menghasilkan berbagai teori-teori antara yang satu dengan yang ain berbeda-beda. Perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan sudut pandaang antara ahli bahasa yang satu dengan yang lainnya. Adanya perbedaan konsep antara ahli yang satu dengan yang lainnya tentu akan membingungkan dalam kegiatan pembelajaran.



Untuk mengurangi kebingungan tersebut, dikelompokanlah jenis kata menurut tata bahasa baku. Dengan pengelompokan ini diharapkan mampu mengurangi kebingungan dalam pembelajaran bahasa. Sebagaimana yang kita ketahui, istilah baku berarti suatu bentuk yang sudah menjadi standar bersama. Karena kaidah-kaidah ini banyak digunakan oleh orang.

Jenis kata menurut tata bahasa baku terdiri dari :

  1. Verba
    Dalam bahasa Indonesia ada dua dasar yang dipakai dalam pembentukan verba, yaitu dasar tanpa afiks tetapi telah mandiri karena memiliki makna, dan bentuk dasar yang berafiks atau turunan.
  1. Adjektiva
    Adjektiva adalah kategori yang ditandai oleh kemungkinan untuk bergabung. Bergabung dengan partikel atau tidak, atau mendampingi nomina didampingi partikel seperti lebih, sangat, atau agak. Adjektiva mempunyai ciri-ciri morfologis seperti –er, –if, –i. Adjektiva dapat dibentuk menjadi nomina dengan konfiks ke-an.
  1. Nomina
    Nomina adalah kategori yang secara sintaksis tidak mempunyai potensi untuk bergabung dengan partikel tidak, namun mempunyai potens untuk didahului oleh partikel dari. Nomina memiliki beberapa jenis, yaitu :
    Nomina dasar
    Nomina berafiks
    Nomina reduplikasi
    Nomina hasil gabungan proses
    Nomina deverbaliasi
    Nomina deakjitivalisasi
    Nomina deaverbalisasi
    Nomina penggabungan
    Nomina paduan leksem
    dan masih banyak lagi.
  1. Pronomina
    Pronomina adalah kategori yang berfungsi untuk menggantikan nomina. Apa yang digantikannya itu disebut antiseden.
    Pemakaian Pronomina
    Dalam ragam non standar, jumlah pronomina lebih banyak daripada yang terdaftar tersebut, karena pemakaian non standar tergantung dari daerah pemakaiannya.
    Dalam bahasa kuno juga terdapat pronomina seperti patik dan baginda
    Semua pronomina hanya dapat mengganti nomina orang, nama orang, atau hal-hal lain yang dipersonifikasikan: “Kita sudah kehabisan beras, biarlah saya yang membelinya”
  2. Numeralia
    Numeralia adalah kategori yang dapat mendampingi nomina dalam konstruksi sintaksis, mempunyai potensi untuk mendamingi numerelia lain, dan tidak dapat bergabung dengan tidak atau dengan sangat.
  3. Subkategorisasi
    Numerelia takrif, yaitu numerelia yang menyatakan jumlah yang tentu.
  4. Adverbia
    Adverbia adalah kategori yang dapat mendampingi adjektiva, numerelia, atau proposisi dalam konstruksi sintaksis. Dalam kalimat, Ia sudah pergi, kata sudah merupakan adverbia, bukan karena mendampingi verba pergi, tetapi karena mempunyai potensi untuk mendampingi ajektiva. Jadi sekalian banyak adverbia dapat mendampingi verba dalam konstruksi sintaksis namun adanya verba itu bukan menjadi ciri adverbia. Adverbia tidak boleh dikacaukan dengan keterangan karena adverbia merupakan konsep kategori, sedangkan keterangan merupakan konsep fungsi.
  5. Kata Tugas
    Kata tugas hanya mempunyai arti gramatikal dan tidak memiliki arti leksikal. Arti suatu kata tugas ditentukan bukan oleh kata itu secara lepas, melainkan oleh kaitannya dengan kata lain dalam frase atau kalimat.
    Ciri dari kata tugas adalah bahwa hampir semuanya tidak dapat menjadi dasar untuk membentuk kata lain. Jika verba “datang” kita dapat menurunkan kata lain seperti mendatangi, mendatangkan, dan kedatangan. Bentuk-bentuk seperti “menyebabkan” dan “menyampaikan” tidak diturunkan dari kata tugas “sebab” dan “sampai” tetapi dari nomina “sebab” dan verba “sampai” yang bentuknya sama tetapi kategori berbeda. Dan kelas kata tugas merupakan merupakan kelas kata tertutup.
    Kata tugas diklasifikasikan sebagai berikut :
    Preposisi
    Preposisi merupakan kata depan yang menandai berbagai hubungan makna antara konstituen di depan preposisi tersebut dengan konstituen di belakangnya.Konjungtor
    Dinamakan juga kata sambung, adalah kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat : kata dengan kata, prase dengan prase, atau klausa dengan klausa. Konjungtor dibagi menjadi empat kelompok yaitu :
    Konjungtor koordinatif.
    Konjungtor korelatif.
    Konjungtor subordinatif.
    Konjungtor antar kalimat.

    Interjeksi
    Interjeksi atau kata seru adalah kata tugas yang mengungkapkan rasa hati pembicara. Secara stuktural, interjeksi tidak bertalian dengan unsur kalimat yang lain. Menurut bentuknya, interjeksi ada yang berupa bentuk dasar dan ada yang berupa bentuk turunan.

    Artikula
    Artikula adalah kata tugas yang membatasi makna nomina. Dalam Bahasa Indonesia ada kelompok artikula, yaitu : artikula yang bersifat gelar, yang mengacu makna kelompok, dan yang menominalkan.

    Partike Penegas
    Partikel penegas meliputi kata yang tidak tertakluk pada perubahan bentuk dan hanya berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya. Ada empat macam partikel penegas yaitu: -lah, -kah, -tah, dan pun.

 

Tata bahasa baku bahasa Indonesia masih memiliki aturan yang cukup banyak. Semoga sekilas penjelasan tentang beberapa aturan tata bahasa baku bahasa Indonesia ini memberi pengetahuan baru.

Terima kasih!